Monday 11 July 2011

Wisdom Tooth ( Part II )

Hari operasi pun tiba, sebelumnya ke RS Mitra Keluarga Depok dulu untuk melakukan rontgen panoramic. Lalu ke klinik gigi di Margonda, bertemu dengan dr. Arby. Sambil menyiapkan peralatan operasi dan melihat-lihat hasil rontgen, dr.Arby berkata “Gigi yang dicabut nanti kanan atas dan kanan bawah ya, nggak akan sakit kok, kan dibius. Setelahnya nanti dijahit.” Spontan si gadis yang sedang terbaring di bangku operasi berteriak “DIJAHIT??”. Dengan santai si dokter menjawab “Dijahit nggak sakit kok, yang sakit itu saat dibius nanti.”

Benar saja, bius di rongga mulut itu memang sangat sakit. Pertama jarum suntik panjang dihunuskan ke gusi bawah lalu di langit-langit mulut. Sumpah ya sakitnya bikin pasrah dan berair mata. Saat obat bius mulai bekerja, bibir terasa tebal dan lidah bagian kanan serasa hilang. Gigi geraham bungsu kanan atas berhasil dicabut dan tidak sedikitpun terasa sakit. Itu gigi yang atas, bagaimana dengan yang bawah?

Proses pencabutan gigi geraham bawah benar-benar dramatik. dr. Arby benar-benar mengerahkan segala upaya untuk membuatnya tercabut. Karena gigi ini masih belum tumbuh sempurna, maka gusi yang lembut ini perlu dirobek, pendarahan dimulai, sakitnya bukan main. Dari berusaha untuk menahan rasa sakit sampai akhirnya pasrah lemas tak berdaya. Saat wisdom tooth tersulit dan tersakit ini akhirnya berhasil juga dicabut, dr.Arby senyum sumringah sambil mengangkat gigi geraham ini dan berteriak “Selamat ya Bu, ternyata laki-laki!!” ( Aduh dok, nggak bisa senyum nih apalagi ketawa, nyiksa bener )

Proses jahit yang dikatakan dr.Arby nggak sakit nyatanya sakit juga tuh. Tapi nggak sesakit saat geraham bungsu bawah tadi dicabut. Setelah semua prosesi berakhir, saya benar-benar lemas lemah lesu. Dalam perjalanan pulang hanya terdiam mendengarkan ibu dan adik asik ngobrol tanpa bisa menimpali sedikitpun. Pandangan kosong seperti orang yang kehilangan arah.

Selama lima hari, saya diberikan painkiller atau obat penahan rasa sakit, obat pengurang bengkak dan juga antibiotik. Selama jahitan belum dibuka, makan hanya dengan gigi sebelah kiri, bener-bener bikin pegel. Seminggu kemudian, jahitan dilepas and I’M FREE FROM PAIN!!

Wisdom Tooth ( Part I )

Wisdom tooth atau gigi geraham bungsu adalah gigi geraham ketiga yang muncul pada usia sekitar 18-30 tahun (sumber : Wikipedia ). Sekitar dua tahun yang lalu, si wisdom tooth ini mulai memperlihatkan ‘penampakan’ kecil di sebelah para gigi senior saya. Dia tumbuh sangaaaaaat perlahan diiringi rasa nyeri yang aduhai. Awalnya nyeri gigi ini muncul setiap tiga atau empat bulan sekali. Namun beberapa bulan terakhir, siklusnya berubah menjadi bulanan disertai dengan demam tinggi. Sangat sangat menyiksa.

My aunt who is also my dentist, pernah ngasih saran untuk mencabut aja si wisdom tooth ini. Kalau cuma satu sih nggak apa, tapi ini ada EMPAT gigi geraham bungsu yang disarankan buat dicabut. Kanan atas, kanan bawah, kiri atas, kiri bawah. Oh men!

Saya memulainya dengan googling dan nanya ke kawan yang sebelumnya udah pernah menjalani proses cabut geraham bungsu yang juga dikategorikan sebagai operasi kecil ini. Agak ngeri sih baca komentar di salah satu forum besar punya Indonesia itu, banyak yang menuliskan pengalaman buruk mereka. Hal ini makin mengurungkan niat buat melakukan operasi tersebut.

Waktu berlalu, demam tinggi dan nyeri gigi yang ditimbulkan makin nggak bisa ditolerir lagi. Hampir seminggu cuma makan pakai gigi sebelah kiri aja. Gigi sebelah kanan? Uh.. sakit bukan main sampai gusi pun bengkak karna si wisdom tooth ini sedang mencari jalan untuk ‘tampil’. Apalagi, tumbuhnya wisdom tooth ini nggak sesuai dengan jalur gigi senior yang lain, tumbuhnya terlalu ke samping, ke arah pipi.

Karena udah “nggak..nggak..nggak kuat” dengan rasa sakit periodik ini, maka saya beranikan diri juga untuk membuat keputusan “ Karina Akan Melakukan Operasi Kecil Cabut Geraham Bungsu”. YES!

Friday 22 October 2010

before it's too late

hello friends,

hari ini tepat satu bulan sejak terakhir kali saya memposting tulisan dalam blog ini. hari ini saya akan berkeluh kesah kembali. senin kemarin, netbook yang biasa saya pakai tiba-tiba mengalami gangguan dan perlu mendapatkan "perawatan" di service center. sudah 5 hari sejak saya berpisah dengan dirinya. bisa dipastikan, sekeluarnya dari rumah sakit (baca:service center) sang netbook akan kembali baru dan semua data di dalamnya hilang. sedih? ya lumayan.

pernah juga suatu waktu, laptop kesayangan (yang ini bener-bener kesayangan) mengalami hal serupa, harus diformat ulang karena serangan virus. oh no! semua data hilang. semua tugas kuliah, foto-foto, mp3 dan file lain yang tersimpan di dalamnya lenyap. hal paling mengenaskan adalah
saved games saya juga ikut lenyap. sedikit info (mungkin nggak penting), i am a huge fan of The Sims, pagi siang sore malam kalo ada waktu pasti sibuk pacaran dengan The Sims 3 hingga pacar beneran seringkali protes terhadap hal ini.

kehilangan data di dalam komputer memang mengenaskan, rasanya seperti kehilangan emas, uang, buku tabungan, surat tanah dari dalam brangkas. oke, mungkin terdengar berlebihan. tapi jika data yang disimpan itu sangat sangat sangat penting (bukan hanya foto.mp3 dan games saja) bisa juga rasanya seperti itu.

sedikit cerita dari pengalaman seorang teman, saat itu ia sedang dalam masa penyusunan skripsi. sudah dalam penggarapan Bab 4, it means perjalanannya tinggal sebentar lagi. saat Bab 4 rampung, ia hanya tinggal membuat kesimpulan di Bab 5, lengkapi kekurangan di sana-sini, perbaiki redaksional penulisan dan VOILA skripsi siap disajikan ke dosen pembimbing untuk diperiksa lalu disidangkan. sa-yang-nya, saat ia tengah berkutat dengan Bab 4 tersebut, hal na'as menimpa dirinya, sang laptop (tumpuan hidupnya di kampus) raib dirampok maling. usaha yang ia lakukan saat itu tak berhasil membuat laptopnya kembali. hilanglah laptop beserta empat Bab skripsi yang ada di dalamnya. hal tersebut benar-benar membuatnya 'terjatuh'. bagaimana tidak? kini ia harus mengulang skripsinya dari awal, dari kata pengantar lalu Bab 1 lalu Bab 2 lalu Bab 3 lalu Bab 4, Bab 5 dan daftar pustaka dan yang lainnya. hilang semua data beserta bahan skripsi yang ia punya.

untung saja pengalaman tersebut tidak menimpa diri saya setahun lalu saat sedang dalam masa penyusunan skripsi juga. untung saja, setiap Bab dalam skripsi yang saya tuliskan, tidak hanya saya simpan di dalam laptop, tetapi juga di dalam komputer lain, dalam email dan dalam flashdisk. untung saja saya melakukannya seperti itu. berjaga-jaga lebih baik, before it's too late.


Monday 20 September 2010

Bukan Tulisan SARA

perhatian : tulisan ini sama sekali nggak bermaksud SARA, hanya sekedar berbagi dan mohon nggak meninggalkan prasangka buruk.


sebuah perbincangan yang tidak saya duga bisa terjadi dengan seorang sarjana seperti dirinya. sebut saja dia 'B' dan saya si 'A'. kira-kira seperti inilah kutipan perbincangan kami sore itu :

A : (sambil nonton berita di televisi) "kasian ya (jemaat HKBP Bekasi) mau ibadah aja dipersulit, malah dijaga puluhan polisi begitu"

B : "mungkin itu salah mereka, ibadah di perumahan padat jadinya mengganggu tetangga kanan kiri"

A : "hah? mengganggu gimana? berisik denger mereka nyanyi-nyanyi? ramadhan kemaren, imam baca doa pake speaker pas sholat teraweh, apa tetangga kita yang non-muslim ngga merasa terganggu?"

B : "itu beda, disini mayoritas islam jadi harus menerima"

oh, well, lebih baik perbincangan ini saya sudahi daripada naik darah. jujur saya sangaaaat kecewa dengan apa yang baru saja saya dengar. buat saya, ngga ada minoritas dan nggak ada mayoritas. sebelum jauh berbicara tentang Pancasila, UUD 1945 dan perangkat hukum lain yang melindungi kita untuk memilih dan menjalankan apa yang kita yakini, mestinya kita sadar tentang pentingnya toleransi. di dunia ini kita hidup nggak sendirian dan nggak homogen, hargailah orang-orang di sekitar kita walaupun mereka berbeda.

Thursday 9 September 2010

rindu ramadhan

i'm gonna miss ramadhan so much. berat rasanya meninggalkan ramadhan. ada sesuatu yang sulit dijelaskan mengenai suasana bulan nan suci ini. bangun sahur saat mata masih berat untuk dibuka, menunggu adzan subuh sambil terkantuk-kantuk, orang-orang di sekitar jadi lebih sabar karna tiap akan marah slalu ingat "lagi puasa",ramainya jalanan dengan penjual ta'jil dadakan, indahnya buka puasa bersama baik itu di rumah dengan keluarga, di rumah makan dengan kawan dan kerabat ataupun di jalan bersama para penumpang angkutan umum, juga suasana sholat tarawih yang berisik dengan teriakan anak kecil sambil sesekali diperingati bahkan dimarahi oleh pengurus masjid. beberapa anak sekolah mungkin masih sibuk dengan agenda ramadhan yang membuat mereka harus memperhatikan ceramah bapak ustad dan mengantri setelah tarawih untuk berburu tanda tangan si bapak itu.

satu hal penting yang saya rindu dari ramadhan adalah KEBERSAMAAN yang terasa jadi lebih indah *maaf agak lebay tapi itu beneran*

semoga kita bisa bertemu lagi tahun depan, ramadhan !!

Grab this Widget ~ Blogger Accessories