Saturday 22 November 2008

Blog For Change

( Baca juga tulisan ini di Perspektif Online )

Suasana meriah langsung terasa begitu memasuki Auditorium Gedung BPPT di lantai III. Seribu lebih blogger dari berbagai wilayah di Indonesia berkumpul dan siap berpesta dalam ajang tahunan PESTA BLOGGER 2008. Dengan mengambil tema blogging for society, acara ini dibuka oleh sambutan dari Menristek, Bapak Kusmayanto Kadiman.


Sesuai temanya, blogging for society, di dalam acara juga ditampilkan profil dari komunitas-komunitas blogger yang ada di beberapa daerah. Beberapa diantaranya mendapatkan penghargaan dan banjir hadiah. Slamat buat Bali Blog Community dan CahAndong!!

Dua diskusi besar yang disajikan pada pesta blogger kali ini menarik. Tapi lebih menarik lagi diskusi paralel yang dibagi ke dalam 8 tema yaitu sosial politik, photoblogger, blog untuk pemula, blog dan turisme, melindungi hak cipta blogger, blog sebagai alat marketing, kebebasan nge-blog di dunia maya, serta menjadi blogger yang kreatif. Diskusi paralel dengan tema menjadi blogger kreatif yang diisi oleh Raditya Dika menjadi diskusi yang paling banyak menyedot peserta. Yaaa.. bisa dimaklumi lah, penggemar Raditya Dika memang banyak, tapi belum sebanyak penggemar Wimar Witoelar tentunya.


Saya dan Melda enggak ikut-ikutan ke diskusi paralelnya Raditya Dika, kita gabung ke diskusi paralel bertema "melihat dunia sosial politik dari blogsphere" yang diisi oleh Martin Manurung, Jeff Ooi (Malaysia) dan Mr. Brown (Singapura). Menurut Martin, blog merupakan sarana bagi kelas menengah mendapatkan tempat untuk bersuara. Lewat blog, kita dapat memberikan gagasan dan mendesak pendapat kita agar dapat diterima. Namun, seperti disampaikan oleh salah seorang peserta, blog politik di Indonesia cenderung menjadi kelompok yang minoritas, tidak banyak yang gemar mengunjungi blog politik karena content-nya yang terlampau serius dan kaku, blog ini justru kalah dengan blog-blog personal yang berisi curahan hati. Padahal, peran blog di negeri ini kiranya akan menjadi penting terutama mendekati Pemilu 2009 nanti, Martin menyarankan adanya tracking di blog yang mencatat perjalanan berkarir seorang kandidat atau politisi, mengingatkan masyarakat dengan jelas perihal apa saja yang pernah dilakukan oleh si kandidat tersebut di masa lampau, sehingga masyarakat tidak terbuai dengan janji-janji si kandidat yang tiba-tiba menjadi pro rakyat menjelang pemilihan umum, sementara sebagian besar lupa bahwa dulunya kandidat itu tidak pernah peka terhadap rakyat.
Maka, agar blog politik tidak lagi menjemukan sebaiknya disiasati dengan menampilkan content yang dibuat lebih ringan dan lebih fun, seperti yang dilakukan oleh Mr. Brown yang mengangkat isu politik dengan lelucon-lelucon menarik di dalam blog miliknya. Semakin banyak pembacanya, semakin cerdas masyrakat dalam memilih, dan semakin banyak yang terinspirasi akan adanya perubahan.


Satu lagi yang nggak kalah menarik, yaitu pengumuman tentang Bloggership alias beasiswa buat blogger. Beasiswa yang dipersembahkan oleh Microsoft Indonesia ini akan memberikan dana sebesar 15 juta rupiah dan perjalanan ke 3 provinsi di Indonesia buat blogger terpilih. Syaratnya? Berusia diantara 20 hingga 35 tahun. Jadi buat yang umurnya udah lewat 35 tahun, silahkan cari beasiswa lain.
Acara pesta blogger kali ini dihadiri oleh dua kali lipat jumlah peserta pesta blogger tahun lalu. Yang baru di pesta blogger kali ini ialah diadakannya photo contest. Dan yang berhak membawa pulang sebuah kamera dari Canon setelah memenangkan pesta blogger photo contest ini ialah Raiyani Muharramah dengan judul foto "Ke Museum Wayang Yuk".
Saat menjelang pukul enam sore, acara ditutup dengan lantunan musik yang dibawakan oleh Maylaffayza serta Pengundian Grand Prize berupa satu buah notebook yang -sayang sekali- tidak dimenangkan oleh saya. Mungkin tahun depan! See you on PB 2009!

post signature


Thursday 20 November 2008

themes baru gmail

gmail punya themes nih


wah.. jadi enggak males lagi buat nge-check email
malah jadi smangat liat themes-nya yg lucu
LOVE THIS!!

Sunday 16 November 2008

Menjaga Perbedaan


Perbedaan itu seperti jari tangan, berbeda-beda bentuk tapi saling melengkapi dan saling membantu. Coba kalo jari kita seragam bentuknya -jempol semua- enggak indah sama skali dan enggak bisa kerja sama kan?!

Siang itu (15/11) di Kedai Tempo, Utan Kayu, sedang berlangsung 3rd anniversary acara Kongkow Bareng Gus Dur yang slalu ada tiap minggunya. Dalam edisi spesial ini, KGB memberi judul "merawat kebhinnekaan kita" pada diskusinya. Wimar Witoelar, Adi Masardi, Romo Mudji, Ayu Utami, Bondan Gunawan, Goenawan Muhammad, Gus Nuril dan beberapa lainnya sehingga genap 10 orang, turut meramaikan acara. Gus Dur sbagai tuan rumah yang punya hajat tentu saja juga hadir pada acara yang santai berdurasi dua jam ini.

Bicara mengenai kebhinnekaan, mengenai pluralisme, rasanya susah dilepaskan dari sosok seorang Gus Dur (GD) yang kita kenal sangat pluralis. Masih ingat kan, di masa kepemimpinannya, untuk pertama kali stelah lama dibelenggu, masyarakat etnis Tionghoa diperkenankan untuk merayakan hari besarnya secara terbuka dan GD memberi warna merah di kalendar pada hari raya mereka itu (baca : libur). Itu hanya salah satu contoh untuk menggambarkan bagaimana pluralisnya seorang GD.

Dan bicara mengenai pluralisme di saat ini, mungkin pembicaraan mengenai UU Pornografi lah yang mampu menggambarkan bagaimana individu memandang pluralisme. Dari semua pembicara yang hadir pada siang itu, semua setuju bahwa UU Pornografi tidak menghargai adanya perbedaan dan hak individu. Urusan moral seseorang hendaknya jangan diatur dengan hukum yang dibuat oleh manusia, semua sudah diatur dalam hukum kepunyaan Tuhan YME. Adanya hukum yang mengatur moral seseorang sama saja dengan mendangkalkan hukum Tuhan yang telah lama ada.

Selain itu, UU Pornografi ini justru dikhawatirkan akan menciptakan perpecahan dan tindakan main hakim sendiri. Karena di Pasal 20-23, dibenarkan adanya peran serta masyarakat dalam memberantas tindakan pornografi. Sementara dalam ketentuan pidana lain seperti copet, maling, pembunuhan, dll, masyarakat tidak diperkenankan untuk "mengadili" sendiri. Maka, UU Pornografi kiranya akan banyak menciptakan tindakan main hakim sendiri, seperti yang dilakukan oleh sbuah ormas agama yg kerap kali melakukan tindakan anarkis dengan mengatasnamakan penegakan hukum agama. Padahal, agama cenderung mengajarkan kita pada perdamaian.

Dalam UU Pornografi, ada satu sanksi yang sangat tidak masuk akal menurut Ayu Utami, yaitu sanksi "dikucilkan". Lalu bagaimana dengan wanita-wanita yang tinggal di daerah -sangaaaat- pedalaman dan sudah terbiasa bertelanjang dada? Akan dikucilkan oleh siapa? Dan kemana? Toh, mereka disana terbiasa dengan hal itu dan tak ada kejahatan yang terjadi karna hal -yg sudah biasa- itu.

Kemudian, jika ada beberapa daerah seperti Bali, Yogya, Papua, dan lainnya yang diberlakukan UU Pornografi khusus atau pengecualian, bukankah akan menciptakan kesenjangan dan sama saja mempersilahkan daerah tersebut untuk lambat laun menciptakan negaranya sendiri?

Mengambil istilah jari tangan di awal tulisan, maka biarkanlah perbedaan tetap ada dan saling melengkapi satu sama lain.

post signature



Thursday 13 November 2008

Oh, Rihanna!!

Aih Aih..!! Rihanna batal manggung di Jakarta. Gila juga ya, konsernya besok, tapi informasi pembatalannya baru diterima pagi dini hari. SATU HARI SBELUM ACARA. Dengan alasan travel warning dari pemerintah US -menurut mereka rencana konser Rihanna ini (14/11) berdekatan dengan peristiwa eksekusi Amrozi cs (10/11) yang terlibat dalam kasus Bom Bali, dan itu mengkhawatirkan- akhirnya konser Rihanna di Jakarta besok malam DIBATALKAN. Duh!! Saya sih kasian sama pihak-pihak yang bekerja di balik persiapan konser besar Rihanna besok. Mereka kan udah kerja bermalam-malam nyiapin stage, decoration, lighting dan berbagai macam hal teknis maupun non-teknis lainnya. Belum lagi besarnya jumlah kerugian yang mesti ditanggung sama pihak penyelenggara acara. Walaupun kecewa Rihanna enggak jadi datang, tapi kita harus rela..ella..ella..e..e..e..

pantang pulang sebelum padam

ini cerita tentang empat mahasiswa yang nunggak uang kuliah slama 4 bulan dan akhirnya harus putar otak cari cara buat melunasi uang kuliah plus biaya hidup sehari-hari. pendek cerita, akhirnya mereka ngelamar jadi pemadam kebakaran. si keempat mahasiswa itu adalah (1) Rojak Panggabean (Judika), sang aktivis di kampusnya dan aktif ikut demonstrasi ; (2) Gito Prawoto (Desta Club 80s), wong jowo yang rajin clubbing tiap malam ; (3) Dede Rifai (Ringgo Agus), si anak pejabat korup ; dan (4) Kuncoro Prasetyo (Yton Club 80s), anak pengusaha jamu sukses di kampungnya, tapi blakangan usaha jamunya itu harus tutup karna dugaan penggunaan bahan kimia berbahaya di dalam jamunya. Dengan mobil tua nan bersejarah bernama "SI JAGO MERAH", mereka menjalankan tugasnya.
Overall, cerita film ini ringan dan sederhana. Cukup menghibur. Saya paling suka sama tokoh Rojak si anak Batak yang diperankan oleh Judika. Tapi di beberapa scene, keliatan si Judika enggak bisa nahan ketawa. Jadi, saya recommended film ini buat yang ingin nonton tanpa mikir.
Pantang Pulang Sebelum Padam......!!

Wednesday 12 November 2008

ini yang namanya motherboard

Komputer rumah saya rusak karna petir. entah bagaimana peristiwanya, yang jelas setelah mati mendadak berbarengan dengan bunyi petir, si komputer nggak bisa hidup sama skali. then, pergilah saya dan ayah ke tempat service komputer. setelah di-check, ternyata motherboard dan memory-nya harus diganti. selama 1,5 jam saya memperhatikan sang teknisi membongkar satu per satu rangkaian -entah apa namanya- itu. motherboard di lepas dan diganti yang baru. sebelum dia pasang motherboard yang baru, dia serahkan si motherboard lama pada saya sambil berkata "silahkan di-check dulu, mba!". WHAT?? nge-check apaan? saya aja baru tau kalau benda itulah yang disebut motherboard. sejenak saya terdiam memandangi si motherboard, enggak tahu apa yang harus di-check. melihat raut muka aneh saya, ayah berkata, "apa yang mau di-check? dia enggak ngerti apa-apa mas. palingan dikiranya ini bentuk miniatur kota, yang ini gedung, yang ini mesjid, ini kantor" (sambil menunjuk satu per satu rangkaian yang ada di dalam motherboard itu). waw! ternyata pikiran ayah dan saya SAMA PERSIS!! rangkaian dalam motherboard itu lebih menyerupai miniatur perkotaan. saya dan ayah kan enggak pernah ngorek-ngorek isi CPU, jadi enggak pernah tau banyak tentang itu. well, at least dengan rusaknya komputer ini, saya jadi blajar beberapa hal, saya tau mana yang disebut motherboard, mana yang disebut memory dan mana yang disebut internal modem.

Tuesday 11 November 2008

hasil mengarang indah

ini update terhadap posting di tanggal 1 november tentang mengarang indah. dan hasil dari ujian masalah pembangunan politik yang tiga halaman itu adalah 85 !! YAAYY!! lumayan lah setelah tangan ini pegel-pegel sampe rumah karna uts yang SADIS itu, ternyata dibalas dengan nilai yang enggak buruk-buruk amat. fiuhh!!

Monday 10 November 2008

pahlawan keluarga

hari ini seluruh masyarakat Indonesia merayakan hari pahlawan, yang setiap tahunnya jatuh di tanggal 10 november, ya walaupun bentuk perayaannya enggak terlihat layaknya perayaan hari kemerdekaan RI.

saat SD, yang saya kenal sbagai pahlawan ialah seseorang yang berjuang secara mati-matian sampai berdarah-darah buat membela negara, mereka adalah Cut Nyak Dien, Pattimura, Tuanku Imam Bonjol, Hassanuddin, Teuku Cik Ditiro, dan nama-nama lainnya yang fotonya dipajang di dalam kelas bersamaan dengan foto presiden dan wakil presiden.

setelah naik kelas, ternyata ada juga pahlawan yang berjuangnya bukan di zaman merebut kemerdekaan tahun 45 aja, merekalah pahlawan revolusi, Achmad Yani, MT Haryono, Pierre Tendean dan 7 nama lainnya.

kemudian, arti pahlawan menjadi lebih luas lagi, tidak harus berlumuran darah dan membawa bambu runcing untuk bisa disebut pahlawan. guru sbagai pahlawan tanpa tanda jasa, sementara TKI yang bekerja di luar negeri dikenal sbagai pahlawan devisa.

dalam konteks masa kini, tiap orang punya versi sendiri dalam menggambarkan siapa sosok pahlawan buat mereka. dan buat saya pribadi, siapakah yang menurut saya dapat disebut sbagai pahlawan? dialah IBU. yap!! seorang ibu dalam sebuah keluarga. dalam arti, mereka yang mengabdikan dirinya buat keluarga.

bayangin aja, betapa tangguhnya mereka. pertama, dia harus bertaruh nyawa buat melahirkan seorang anak. lalu, dia harus mengurus suami dan anak-anaknya seorang diri. dia juga yang selalu menjadi pendukung di barisan depan bagi sang suami. di saat suami sdang terpuruk karirnya atau berusaha mempertaruhkan karir demi karir lain, peran istri sangatlah besar artinya ( ini sih berdasarkan beberapa cerita yg saya dapat dari pengalaman2 orang ). dan saat keluarga tengah menghadapi krisis, misalnya masalah pada si anak, ibu lah yang dengan segenap tenaga mencari usaha. apalagi untuk si ibu yang dikaruniai seorang anak dengan kebutuhan istimewa, perlu extra kesabaran untuk mengurus si anak tersebut. dia juga rela mengorbankan keinginan-keinginannya demi kepentingan keluarga. dia slalu punya cara buat memanjakan anggota keluarga, entah melalui masakan, belaian, atau pun menyediakan telinga untuk mendengar segala keluh kesah.

see? betapa hebat dan tangguhnya sosok seorang wanita dibalik daster dan suara lemah lembutnya itu. (kecuali buat ibu-ibu asal sumatera yang suaranya lantang, haha)

jadi, kalau TKI itu disebut pahlawan devisa, maka para ibu bisa juga disebut pahlawan keluarga.

Saturday 8 November 2008

Quantum of Solace

tadinya mau nonton house bunny atau high school musical 3, eh begitu sampai di bioskop yang dituju, ternyata film yang sedang diputar cuma quantum of solace, pocong vs kuntilanak (yang menurut saya posternya mirip banget sama alien vs predator), cintaku selamanya, dan laskar pelangi. ummm.... laskar pelangi udah nonton sebelumnya, akhirnya saya, wiwid dan ayu memutuskan buat nonton Quantum of Solace.. tapi saya enggak bisa cerita banyak tentang film ini karna agak enggak focus waktu nonton. ada beberapa hal yang bikin saya enggak focus
1. nyokap sms + telpon melulu, minta tolong dibeliin sesuatu dan tiap sebentar mengingatkan supaya titipannya jangan sampe lupa dibeli
2. sms-an sama teman, saya bener2 lupa udah janjian mau ketemu sebelumnya, eh malah nonton gitu aja, jadi si teman harus nunggu saya selesai nonton
3. nahan pengen ke toilet untuk beberapa menit lamanya sampe akhirnya bener2 nyerah dan keluar ruangan sebentar buat ke toilet
4. agak ngantuk dan mata sdikit merah karna softlens-nya enggak nyaman lagi dipakai, untungnya bawa kacamata, jadi cepet2 diganti
oke.. saya berusaha mengingat cerita film ini, ummmm, intinya sih ini tentang pembalasan dendam mas Bond yang kehilangan Vesper, dan juga pembalasan dendam seorang tokoh baru di film ini, Camille, yang kehilangan keluarganya. dan stop sampai disini, saya lupa detail cerita berikutnya
di tiap film-nya, agen 007 slalu ditemani wanita cantik, nah kali ini yang jadi pemanis di dalam film penuh adegan berantem ini adalah model asal Ukraina bernama Olga Kurylenko, yang berperan sebagai Camille. Emang cantik banget sih, saya pun jatuh hati sama warna kulitnya yang kecoklatan dan bikin dia keliatan fresh skali..
selain itu, saya juga dibuat takjub akan kecanggihan-kecanggihan teknologi yang ditampilkan di dalam film ini. salah satunya, sebuah digidesk (meja sentuh) yang waaaww..



Wednesday 5 November 2008

ngomongin pilkada

hari ini saya ke gedung DPD RI di senayan, ada diskusi terbatas DPD RI soal "pilkada langsung dan kerentanan lokal", kebetulan yang jadi peserta dibatasi hanya 30 orang, dengan perincian 10 orang utusan partai, 10 orang dari media dan 10 masyarakat sipil. nah!! saya dan seorang teman jadi bagian dari 10 masyarakat sipil itu.
ada 3 pembicara dalam diskusi 2 jam tersebut. mereka adalah Refly Harun dari CETRO, Airlangga Pribadi dari UnAir, dan Syamsudin Harris (ayahnya Ayu,hehe) dari LIPI.
intinya sih, pemilihan kepala daerah (pilkada), otonomi daerah dan demokrasi lokal bisa berjalan beriringan jika aktor dan institusi yang terlibat di dalamnya itu PATUH sama aturan main alias rule of the game, dan hasil dari pilkada dapat dirasakan secara signifikan oleh rakyat.
slain itu, faktor-faktor penting dalam keberhasilan suatu pilkada ada beberapa, yaitu faktor aktornya, parpolnya, budaya politik masyarakatnya, penyelenggara pemilunya, dan dukungan administratif kayak data kependudukan.
pada diskusi itu, disinggung juga soal adanya kecenderungan pilkada dibuat seragam di seluruh Indonesia, padahal kan otonomi daerah sesungguhnya mengakomodasi keunikan masing-masing daerah yang ada di Indonesia.

yes you can

kalo obama selalu bilang "yes we can" di tiap pidatonya.. nah!! this is my turn to say "yes you can, Mr. Barry!". hahaha.. although im not an american.. tapi saya mau ngucapin "Congratulations!!" to all American for having Barrack Hussein Obama as their President.. dan saya enggak sabar lagi menantikan pemilihan presiden RI tahun depan..cos it will be my first time ikutan pemilu presiden.. mudah-mudahan ada calon "baru" yaaa.. jangan yang "itu-itu lagi"..

ABCDE'EP'G

pria di meja registrasi : (pegang pulpen siap mencatat) "dengan mba siapa namanya?"
saya : "karin."
pria di meja registrasi : "oh, ka.. rin.. (sambil mencatat). yang satu lagi dengan mba siapa?"
teman saya : "fira."
pria di meja registrasi : "pira?"
teman saya : (nada suara meninggi) " F-I-R-A.. FIRA!!"
pria di meja registrasi : " pe-nya pake pe-peso (Pisau) ; pe-panta (Fanta) ; atau pe-pespa (Vespa)??"
saya dan teman saya : (saling berpandangan)

Saturday 1 November 2008

mengarang indah

0815xxx
gimana ujiannya?
------------------------------------------------------------------
0856xxx
stress!! disuruh bikin essay ttg pmbangunan politik 1 negara.
pake ltr blkg, rmsn mslh, dkk kayak makalah. abis 3 hlmn! pegel2!!
------------------------------------------------------------------
0815xxx
dahsyat!! mengarang indah deh
------------------------------------------------------------------
ya begitulah!
hari ini ujian mata kuliah "masalah pembangunan politik". di atas selembar kertas, cuma ada satu pertanyaan. sebenernya bukan pertanyaan karna sama skali tidak bertanya, tapi perintah! "buatlah!" ; "jelaskanlah!" ; ah benci banget saya sama model ujian seperti ini.. terang2an disuruh membuat SATU ESSAY!! mengarang [mudah2an] indah jadinya.
tiga halaman kertas double-folio habis terisi coretan tinta biru. tulisan tangan saya makin nggak jelas di paragraf-paragraf terakhir. tangan lelah. otak juga lelah. mikirin abis ini ngarang apalagi ya?!
pheww!! untungnya cepat berakhir. dan sampai ketemu lagi di ujian akhir semester mata kuliah "masalah pembangunan politik". akkkhh!!! (mengarang indah lagi)

Grab this Widget ~ Blogger Accessories