Monday 20 September 2010

Bukan Tulisan SARA

perhatian : tulisan ini sama sekali nggak bermaksud SARA, hanya sekedar berbagi dan mohon nggak meninggalkan prasangka buruk.


sebuah perbincangan yang tidak saya duga bisa terjadi dengan seorang sarjana seperti dirinya. sebut saja dia 'B' dan saya si 'A'. kira-kira seperti inilah kutipan perbincangan kami sore itu :

A : (sambil nonton berita di televisi) "kasian ya (jemaat HKBP Bekasi) mau ibadah aja dipersulit, malah dijaga puluhan polisi begitu"

B : "mungkin itu salah mereka, ibadah di perumahan padat jadinya mengganggu tetangga kanan kiri"

A : "hah? mengganggu gimana? berisik denger mereka nyanyi-nyanyi? ramadhan kemaren, imam baca doa pake speaker pas sholat teraweh, apa tetangga kita yang non-muslim ngga merasa terganggu?"

B : "itu beda, disini mayoritas islam jadi harus menerima"

oh, well, lebih baik perbincangan ini saya sudahi daripada naik darah. jujur saya sangaaaat kecewa dengan apa yang baru saja saya dengar. buat saya, ngga ada minoritas dan nggak ada mayoritas. sebelum jauh berbicara tentang Pancasila, UUD 1945 dan perangkat hukum lain yang melindungi kita untuk memilih dan menjalankan apa yang kita yakini, mestinya kita sadar tentang pentingnya toleransi. di dunia ini kita hidup nggak sendirian dan nggak homogen, hargailah orang-orang di sekitar kita walaupun mereka berbeda.

2 comments:

ayu susanti aditya said...

gw penasaran sama lawan bicara lo rin, she or he doesn't know at all about the beauty of pluralism!

laranti said...

sebenarnya, beribadah tidak pernah ada larangan untuk beribadah. Appun kepercayaannya silakan beribadah menurut kepercayaannya masing masing.
Tetapi, kadang kita sering rancu antara IBADAH dan TEMPAT IBADAH (mesjid, pura, gereja dll).
Pada kasus yg mbak Karin bahas mungkin masalah gereja di bekasi itu ya. Jadi boleh boleh saja beribadah dimana saja, yg menjadi masalah kan mendirikan tempat ibadah (umum) gereja dalam hal ini.
Untu kmendirikan tempat ibadah itu ada aturannya, nah disinilah timbulmasalahnya. Aturan yg tidak ditaati inilah menyebabkan adanya gesekan itu. Jadi sama sekali tidak benar kalau beribadah itu dipersulit. Maaf ya mbak menurut saya itu hanya propaganda mereka untuk menyudutkan umat Islam saja.
Saya bukan bermaksud untuk SARA, sekedar mendudukan pada porsinya saja. Tapi memang kalo mendengar jawaban dari si B tadi ya bisa timbul salah persepsi apalagi kalo kita telen mentah mentah.

Grab this Widget ~ Blogger Accessories